Topik ini saya temukan di forum ini. saya sengaja menulisnya kembali karna saya emang sangat terkesan dg makna yang ada di dalam nya. Terlebih lagi bagi saya pribadi, seorang anak yang dulu pernah durhaka dan telah banyak sekali membuat kesalahan kepada kedua orang tua,.. Terutama kepada seorang Ayah.
Selalu ada kengerian tersendiri setiap kali aku menyadari apa yang telah ku perbuat kepada orang tuaku pada waktu itu, Betapa tidak, pikirku.. Karna besarnya harapan dan kasih sayang yg dia berikan, ternyata baru saja mulai terpikirkan ketika aku mulai duduk di bangku kuliah ini.
hhmm… masih dg crita dulu ketika masih SMA, entah berapa banyak sekolah yang pernah ku tempati, yah.. mulai dari SMK Telkom Jombang, SMA Trisma, SMA DU 1, SMABA, dan yang terakhir adalah MANEBA. Saya tidak akan bnyak bercerita banyak mengenai pengalaman2 berharga di setiap sekolah di atas, karna sedikitpun aku tidak akan merasa bangga untuk menceritakan nya.
JAN**K..!!! aku bahkan pernah mengatakan kalimat ini padamu, kesombongan itu ternyata hampir saja membuatku kehilangan orang yang sangat mencintai ku.. dan sekali lagi kau membalas nya dengan senyum.
Kini aku hanya bisa diam, duduk mengawasi mu, dan sekali-kali ingin ku mencuri waktu mu untuk mengatakan : “Maaf pak… aku sudah banyak mengecewakan mu dulu… “ Ampuni aku y Allah… tolong Jagalah dia, dan berilah dia kesehatan lahir dan batin… meski darah dan nafas ini mgkin akan selalu najis di hadapanMu.. aku ikhlas menerima ganjaran atas dosaku waktu itu, tp sekali lagi jangan Kau bebankan cobaan2 baru lagi kepada nya. dan perlu Kau tahu ya Allah.. dia tidak akan pernah merasa gagal untuk membesarkan ku, karna aku akan berusaha untuk mewujudkan mimpi ini.. .dan aku tahu, hanya engkau lah Maha pendengar..
Karena Kegigihan dan kesabaran nya lah, sedikit demi sedikit aku mulai belajar menjadi manusia yang memiliki mimpi, aku memberanikan diri mencoba suatu hal positif di sekitar ku, meski dulu aku pernah merasa muak dengan ini semua..!!
aku ingin kau melupakan semua kesalahan yang pernah kuperbuat. Aku tahu tubuh dan tenagamu tak sekuat dulu lagi, tapi setetes keringat mu seakan menjadi bukti, bukti… bahwa kau adalah manusia yang berjiwa besar. Sujud maaf ku seakan tak bisa untuk menebusnya. ..
Continue reading
Recent Comments